Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2016

Gus Dur dan Kekuatan Membaca

Oleh Anggi Afriansyah Greg Barton penulis Gusdur: The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid dalam beberapa bagian bukunya menuliskan tentang kegandrungan Gus Dur membaca buku. Melalui catatan Barton kita dapat belajar betapa gemar dan cintanya Gus Dur terhadap buku. Kekuatan membaca Gus Dur seharusnya menginspirasi setiap santri di pesantren, para siswa secara umum yang sedang berjuang menggapai pengetahuan. Gus Dur membaca buku jauh lebih banyak dibandingkan dengan sebayanya. Rumahnya penuh dengan buku. Apalagi Gus Dur berasal dari keluarga pencinta ilmu dan ahli ilmu. sebagai cucu dari KH Hasyim Asyari dan anak dari Kiai Wahid Hasyim tak mengherankan jika Gus Dur sudah sangat senang membaca di usianya yang sanga belia. Ketika kuliah di Universitas Al Azhar salah satu tempat kegemarannya adalah perpustakaan. Ia terbiasa membaca di perpustakaan Universitas Amerika, Universitas Kairo, atau di perpustakaan Perancis. Gus Dur terbiasa membaca di mana ...

Selamat Datang Mahasiswa Baru (2)

oleh: Eko Prasetyo Kini tataplah wajah para pendiri republik ini. Tak ada kemewahan yang tampak di wajahnya. Air muka mereka menyiratkan harapan dan kehendak. Harapan bahwa negeri ini bisa dibangun dengan cara mandiri dan kehendak untuk membuat bangsa ini bisa punya pengaruh. Keyakinan itu kini rontok karena bangsa ini terlanjur terbelit dalam hutang dan sulit untuk menampik kehendak bangsa lain. Seperti kita ditampar melihat bangsa ini bingung untuk membuat rakyatnya sejahtera: diganti menteri, diganti kebijakan, hingga diganti kurikulum. Kita kehabisan akal karena kita tak punya gagasan, ide dan keberanian untuk mengambil jalan baru. Saatnya kalian sebagai mahasiswa memutus rantai kegelapan ini. Tak hanya dengan belajar tapi bergaul serta berpetualang melihat kehidupan rakyat miskin yang sebenarnya. Biarkan amarah kalian berkobar melihat ketidak-adilan dan jangan takut jika kalian memang punya keinginan untuk membela mereka. Mungkin tak ada dukungan atau mungkin kalia...

Selamat Datang Mahasiswa Baru (1)

oleh: Eko Prasetyo “Mahasiswa, kau ingin jadi apa? Pengacara, untuk mempertahankan hukum kaum kaya, yang secara inheren tidak adil? Dokter, untuk menjaga kesehatan kaum kaya, dan menganjurkan makanan yang sehat, udara yang baik, dan waktu istirahat kepada mereka yang memangsa kaum miskin? Arsitek, untuk membangun rumah nyaman untuk tuan tanah? Lihatlah di sekelilingmu dan periksa hati nuranimu. Apa kau tak mengerti bahwa tugasmu adalah sangat berbeda: untuk bersekutu dengan kaum tertindas, dan bekerja untuk menghancurkan sistem yang kejam ini?” (Victor Serge, Bolshevik) Selamat datang di kampus impianmu. Tempat yang akan menemanimu dalam waktu yang tak lama. Jika dulu aku habiskan kuliah cukup lama, kini waktu kuliah singkat saja. Ada yang menjalaninya hanya 3 tahun dan ada yang 4 tahun. Malahan ada yang 3 setengah tahun. Mirip lomba, kuliah membuatmu memandang teman seperti lawan. Mula-mula pada soal penampilan dan lama kelamaan dalam hal prestasi. Terlebih kampus s...

Mental Tempe Siswa Indonesia

Oleh : Disisi Saidi Fatah Jika kita melihat media, baik itu elektronik ataupun cetak, sekarang banyak media yang memuat isu tentang konflik antara Guru, Siswa dan Orang Tua.   Mungkin sudah tak asing lagi terdengar oleh telinga kita, seperti sebuah kasus di sebuah Sekolah Menengah Pertama Kota Makasar, seorang guru yang marah dan berkata kotor kepada siswa-nya. lalu siswa tersebut melaporkan apa yang terjadi kepada dirinya, dan orang tua siswa itu datang kesekolah anaknya. sesampai di sekolah si orang tua dengan keterangan yang kurang jelas langsung memarahi dan memukul si Guru.   Dalam tulisan ini saya tidak ingin banyak komentar terhadap isu tersebut, namun saya sangat menyangkan apa yang terjadi terhadap pendidikan di Indonesia!   Saya rasa pendidikan di Indonesia sudah mulai luntur! Luntur dalam bahasa saya mentalnya sudah mulai berkurang dan hal inilah yang harus kita sadari dan perbaiki bersama. karena begitu banyak kasus yang saya dengar, dan yang ...