Langsung ke konten utama

Mental Tempe Siswa Indonesia

Oleh : Disisi Saidi Fatah

Jika kita melihat media, baik itu elektronik ataupun cetak, sekarang banyak media yang memuat isu tentang konflik antara Guru, Siswa dan Orang Tua.
 
Mungkin sudah tak asing lagi terdengar oleh telinga kita, seperti sebuah kasus di sebuah Sekolah Menengah Pertama Kota Makasar, seorang guru yang marah dan berkata kotor kepada siswa-nya. lalu siswa tersebut melaporkan apa yang terjadi kepada dirinya, dan orang tua siswa itu datang kesekolah anaknya. sesampai di sekolah si orang tua dengan keterangan yang kurang jelas langsung memarahi dan memukul si Guru.
 
Dalam tulisan ini saya tidak ingin banyak komentar terhadap isu tersebut, namun saya sangat menyangkan apa yang terjadi terhadap pendidikan di Indonesia!
 
Saya rasa pendidikan di Indonesia sudah mulai luntur! Luntur dalam bahasa saya mentalnya sudah mulai berkurang dan hal inilah yang harus kita sadari dan perbaiki bersama. karena begitu banyak kasus yang saya dengar, dan yang penomenal merupakan kasus antara siswa dan guru.
 
Ketika orang tua menyekolahkan anaknya baik di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga Menengah Atas, itu berarti orang tua telah menitipkan anaknya kepada sang Guru untuk dididik dan diajarkan, yang mana orang tua telah menyepakati peraturan yang telah di tetapkan disekolah. Baik ataupun buruk siswa itu akan menjadi tanggung jawab guru. 
Nah, ketika si anak ini (Siswa) buruk perilakunya, tidak punya etika, serta tidak memahami dan tidak tahu tentang pelajaran yang telah diajarkan oleh guru maka orang tua pasti akan marah, dan yang menjadi sasaran utama pasti gurunya.
 
Saya sangat kecewa dan menyayangkan perilaku siswa zaman sekarang, diperlakukan secara lembut dan halus malah perilakunya makin menyimpang, guru-guru dilawan. dan ketika guru bersikeras dan berlaku kasar, siswa laporan ke orang tua, ke Komnas Ham, ke perlindungan anak. baru dicubit guru sedikit langsung visum, ujung-ujung kantor polisi. 
Apakah tidak bisa diselesaikan secara baik?
 
Saya pernah mengalami hal yang sama, dipukul oleh guru menggunakan antena radio. waktu itu pada tahun 2009 silam ketika saya duduk dibangku kelas satu SMP. telapak tangan saya dipukul hingga merah dan memar, hanya karena saya tidak hapal Undang-Undang Dasar 1945. bayangkan antena radio!! namun saya tidak pernah laporan kepada orang tua bahkan ke komnas HAM pun tidak.
 
Waktu itu saya hanya menangis dan menyadari apa yang salah pada diri saya dan apa yang harus saya perbaiki? Saya pun tersadar, ternyata apa yang dilakukan oleh Guru saya merupakan sesuatu yang baik dan benar. coba bayangkan apa bila saya tidak mengerti undang-undang? saya pasti tidak akan pernah tahu apa itu kemerdekaan, penjajahan, permadaian, perjuangan, pergerakan, kemanusiaan, keadilan, dan saya tidak akan pernah tahu apa itu pancasila yang menjadi landasan dasar negara kita.
 
Guru ditugaskan untuk mendidik dan mencerdaskan bangsa, sebagai upaya berbagi ilmu dan mengabdikan diri serta menghormati jasa para pahlawan kita. Kalau tidak ada guru bagimana bangsa kita! bagimana para pemuda penurus bangsa? Apakah mereka yang membakar kitab suci? apakah mereka yang membakar tempat ibadah? apakah mereka yang hobi tawuran? apakah mereka yang menjadi pemberontak? Apakah mereka yang menghianati Pancasila, lalu dijadikan sang duta? Apakah mereka, mereka, dan mereka yang selalu berbuat kekacauan?
 
Ini yang harus kita sadari dan evaluasi, kita pemuda penerus bangsa. Mental tempe jangan dipelihara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biodata Lengkap Ananda George

Assalamualaikum w. w. Berikut biodata Ananda George (Pemeran Prabu Siliwangi)  dalam serial Raden Kian Santang MNCTV 2012-2015 Nama : Ananda George Lahir : Bandung, Jawa Barat, 25 November 1979 Pekerjaan   : Aktor Twitter : @anandageorge Instagram : anandageorge25 Ananda George adalah aktor Indonesia. Ia dikenal luas sebagai pemeran Prabu Siliwangi dalam serial televisi Raden Kian Santang yang setiap hari ditayangkan di MNCTV. Pria asal Bandung ini juga berperan sebagai aktor dalam film multinasional The Raid. Sine-tron/FT V: 1. Lo Fen Koei. RCTI 2001 2. Cinta Memerah Darah. TV1 2002 3. Menulis Di Atas Air. RCTI 2003 4. Bintang Laut. RCTI 2003 5. Raja Maling. RCTI 2004 6. Putaran Mimpi Di Pinggiran Jakarta. RCTI 2004 7. Siapa Mati Terakhir. TRANS TV 2004 8. Ada Apa Dengan Cinta. RCTI 2004 9. Malam Pertama 2. SCTV 2004 10. Anak-anak Tajir. ANTV 2004 11. Si Cantik dan Si Buruk Rupa. RCTI 2005 12. Bunga Di Tepi Jalan. RCTI 2005 13. Astagfi...

SURABAYA (Puisi Hari Pahlawan)

(Puisi Hari Pahlawan oleh : KH Ahmad Mustofa Bisri) _____________ Jangan anggap mereka kalap jika mereka terjang senjata Sekutu yang lengkap Jangan kira mereka nekat karena mereka cuma berbekal semangat melawan seteru yang hebat Jangan sepelekan senjata di tangan mereka atau lengan yang mirip kerangka Tengoklah baja di dada mereka Jangan remehkan sesobek kain di kepala Tengoklah merah-putih yang berkibar di hati mereka dan dengar pekik mereka Allahu Akbar! _____________ Dengarlah pekik mereka Allahu Akbar! Gaungnya menggelegar Mengoyak langit Surabaya yang murka Allahu Akbar! menggetarkan setiap yang mendengar Semua pun jadi kecil Semua pun tinggal seupil Semua menggigil. _______________ Surabaya, O, kota keberanian O, kota kebanggaan Mana sorak-sorai takbirmu yang membakar nyali kezaliman? Mana pekik merdekamu yang menggetarkan ketidakadilan? ______________ Mana arek-arekmu yang siap menjadi tumbal kemerdekaan dan harga diri menjaga ibu pertiwi dan anak-anak negeri? Ataukah kini sem...

Inspiratif : Jangan Mudah Mengambil Kesimpulan Karena Asumsi

_Ada sepasang suami isteri ter-gesa² berlari menuju ke sekoci untuk menyelamatkan diri, pada saat terjadi kecelakaan yg menimpa sebuah kapal pesiar yang akan tenggelam._ _Tetapi saat sampai di sana, mereka menyadari bahwa hanya ada tempat untuk satu orang yg tersisa. *Dengan segera sang suami melompat mendahului istrinya utk mendapatkan tempat itu, sementara sang istri hanya bisa menatap kepadanya sambil meneriakkan sebuah kalimat sebelum sekoci menjauh dan kapal itu benar² tenggelam.*_ _Guru yg menceritakan kisah ini bertanya pada murid²nya, menurut kalian, apa yg sang istri itu teriakkan? Sebagian besar murid² itu menjawab : *Aku benci kamu, egois, nggak tanggung jawab, nggak tau malu.*_ _Tapi ada seorang murid yg hanya diam saja, dan guru itu meminta murid yg diam itu menjawab, *Kata si murid, saya yakin si istri pasti berteriak... Tolong jaga anak kita baik².*_ _Guru itu terkejut dan bertanya, apa kamu sudah pernah dengar cerita ini sebelumnya? *Murid it...