Langsung ke konten utama

Selamat Datang Mahasiswa Baru (2)

oleh: Eko Prasetyo

Kini tataplah wajah para pendiri republik ini. Tak ada kemewahan yang tampak di wajahnya. Air muka mereka menyiratkan harapan dan kehendak. Harapan bahwa negeri ini bisa dibangun dengan cara mandiri dan kehendak untuk membuat bangsa ini bisa punya pengaruh. Keyakinan itu kini rontok karena bangsa ini terlanjur terbelit dalam hutang dan sulit untuk menampik kehendak bangsa lain. Seperti kita ditampar melihat bangsa ini bingung untuk membuat rakyatnya sejahtera: diganti menteri, diganti kebijakan, hingga diganti kurikulum. Kita kehabisan akal karena kita tak punya gagasan, ide dan keberanian untuk mengambil jalan baru. Saatnya kalian sebagai mahasiswa memutus rantai kegelapan ini. Tak hanya dengan belajar tapi bergaul serta berpetualang melihat kehidupan rakyat miskin yang sebenarnya. Biarkan amarah kalian berkobar melihat ketidak-adilan dan jangan takut jika kalian memang punya keinginan untuk membela mereka. Mungkin tak ada dukungan atau mungkin kalian dijatuhi hukuman. Tapi sejarah mencatat bahwa itu adalah ongkos terindah dari sebuah posisi perjuangan.

Kini langit kampus itu akan jadi saksi pertumbuhan keyakinanmu. Jejak jejak muda seperti apa yang hendak kamu toreh. Tiap jejak itu akan jadi butiran keyakinan yang kelak akan diam-diam membentukmu. Jika sikap berani yang kamu tanam niscaya kamu akan berkembang tanpa rasa takut. Kalau sikap empati yang kamu semai kelak kamu akan jadi manusia yang peka dan mudah tersentuh. Oleh penderitaan, terhadap ketidak-adilan dan atas semua bentuk kebohongan. Maka jadilah mahasiswa yang tak hanya berharap meraih gelar sarjana. Juga jadilah mahasiswa yang tak berambisi menggapai nilai tinggi saja. Ingat-ingatlah bahwa tiap anak muda bisa menoreh sejarah berharga untuk diwariskan pada generasi berikutnya: Tan Malaka memberi ilham tentang Kemerdekaan 100% tanpa kompromi, Soekarno meneguhkan hutang budi bangsa pada kaum marhaen serta Semaoen meneguhkan hikayat kaum terpelajar yang menolak berhamba pada kaum feodal. Mereka diilhami bukan oleh buku kuliah, tapi petualangan dan perjumpaan dengan masalah. Maka tak heran mereka dengan akrab ide-ide progresif yang dimuat dalam karya-karya kiri.

Sekali lagi jangan mau ditipu oleh propaganda. Yang bilang kiri itu atheis. Yang mengatakan kiri itu bahaya. Jika jadi mahasiswa selalu harus waspada, maka apa bedanya kamu dengan para serdadu? Dimana sloganya selalu pakai istilah harga mati dan ucapanya dibumbui oleh bahaya. Maka sejak jadi mahasiswa buanglah kebiasaan tak terdidik itu. Yang selalu mudah percaya oleh ancaman dan gampang meyakini sesuatu yang tanpa bukti. Tantanglah semua yang kamu anggap tidak ada dasar sejarah dan akal. Beranikan dirimu untuk menerobos tabir-tabir ketakutan yang diwariskan oleh penguasa masa lampau. Meski waktumu tak panjang berusahalah untuk mendobrak tatanan buntu ini. Sebab jika kamu mampu meruntuhkan tembok itu, sedikit saja, maka sesungguhnya kamu sudah memberi jalan bagi petualang berikutnya. Mahasiswa baru yang terus terlibat menyudahi tatanan yang usang.

Selamat datang para petualang yang hidup tidak untuk ‘gelar’ tapi ‘petualangan dan perlawanan’. Selamat datang mahasiswa baru.

Sumber. Aktivisi 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biodata Lengkap Ananda George

Assalamualaikum w. w. Berikut biodata Ananda George (Pemeran Prabu Siliwangi)  dalam serial Raden Kian Santang MNCTV 2012-2015 Nama : Ananda George Lahir : Bandung, Jawa Barat, 25 November 1979 Pekerjaan   : Aktor Twitter : @anandageorge Instagram : anandageorge25 Ananda George adalah aktor Indonesia. Ia dikenal luas sebagai pemeran Prabu Siliwangi dalam serial televisi Raden Kian Santang yang setiap hari ditayangkan di MNCTV. Pria asal Bandung ini juga berperan sebagai aktor dalam film multinasional The Raid. Sine-tron/FT V: 1. Lo Fen Koei. RCTI 2001 2. Cinta Memerah Darah. TV1 2002 3. Menulis Di Atas Air. RCTI 2003 4. Bintang Laut. RCTI 2003 5. Raja Maling. RCTI 2004 6. Putaran Mimpi Di Pinggiran Jakarta. RCTI 2004 7. Siapa Mati Terakhir. TRANS TV 2004 8. Ada Apa Dengan Cinta. RCTI 2004 9. Malam Pertama 2. SCTV 2004 10. Anak-anak Tajir. ANTV 2004 11. Si Cantik dan Si Buruk Rupa. RCTI 2005 12. Bunga Di Tepi Jalan. RCTI 2005 13. Astagfi...

SURABAYA (Puisi Hari Pahlawan)

(Puisi Hari Pahlawan oleh : KH Ahmad Mustofa Bisri) _____________ Jangan anggap mereka kalap jika mereka terjang senjata Sekutu yang lengkap Jangan kira mereka nekat karena mereka cuma berbekal semangat melawan seteru yang hebat Jangan sepelekan senjata di tangan mereka atau lengan yang mirip kerangka Tengoklah baja di dada mereka Jangan remehkan sesobek kain di kepala Tengoklah merah-putih yang berkibar di hati mereka dan dengar pekik mereka Allahu Akbar! _____________ Dengarlah pekik mereka Allahu Akbar! Gaungnya menggelegar Mengoyak langit Surabaya yang murka Allahu Akbar! menggetarkan setiap yang mendengar Semua pun jadi kecil Semua pun tinggal seupil Semua menggigil. _______________ Surabaya, O, kota keberanian O, kota kebanggaan Mana sorak-sorai takbirmu yang membakar nyali kezaliman? Mana pekik merdekamu yang menggetarkan ketidakadilan? ______________ Mana arek-arekmu yang siap menjadi tumbal kemerdekaan dan harga diri menjaga ibu pertiwi dan anak-anak negeri? Ataukah kini sem...

Inspiratif : Jangan Mudah Mengambil Kesimpulan Karena Asumsi

_Ada sepasang suami isteri ter-gesa² berlari menuju ke sekoci untuk menyelamatkan diri, pada saat terjadi kecelakaan yg menimpa sebuah kapal pesiar yang akan tenggelam._ _Tetapi saat sampai di sana, mereka menyadari bahwa hanya ada tempat untuk satu orang yg tersisa. *Dengan segera sang suami melompat mendahului istrinya utk mendapatkan tempat itu, sementara sang istri hanya bisa menatap kepadanya sambil meneriakkan sebuah kalimat sebelum sekoci menjauh dan kapal itu benar² tenggelam.*_ _Guru yg menceritakan kisah ini bertanya pada murid²nya, menurut kalian, apa yg sang istri itu teriakkan? Sebagian besar murid² itu menjawab : *Aku benci kamu, egois, nggak tanggung jawab, nggak tau malu.*_ _Tapi ada seorang murid yg hanya diam saja, dan guru itu meminta murid yg diam itu menjawab, *Kata si murid, saya yakin si istri pasti berteriak... Tolong jaga anak kita baik².*_ _Guru itu terkejut dan bertanya, apa kamu sudah pernah dengar cerita ini sebelumnya? *Murid it...